“Berjalan Tak Seperti Rencana Adalah Jalan Yang Sudah Biasa.”
Pada ulasan ini saya ingin sedikit bercerita tentang FSTVLST dibaca Festivalist. Sebuah band beraliran Almost Rock Barely Art. Terlahir pada 2011 di kampus seni rupa Sewonderland. FSTVLST adalah transformasi dari Jenny yang sudah terbentuk pada tahun 2003 silam. Diprakarsai oleh Farid Stevy - Vokal, Roby Setiawan - Guitar, Humam Mufid - Bass, Danish Wisnu - Drum, Rio Faradino - Keyboard.
Karya FSTVLST dan orang - orang di dalamnya cukup berpengaruh di hidup saya. mulai dari pandangan hingga cara menjalani dan menyikapi suatu peristiwa dalam kehidupan baik itu suka ataupun luka. Bagi saya FSTVLST bukanlah sekedar band yang berisi bapak - bapak keren. Lebih dari itu FSTVLST hadir sebagai falsafah hidup anak muda seperti saya dengan segala ceritanya.
Beberapa track seperti Gas, Hujan Mata Pisau, Satu Terbela Selalu, dan Menantang Rasi Bintang. Bagaikan ayat - ayat dalam doa yang selalu dihafal dan dirapalkan di setiap waktunya. Awal pertemuan dengan FSTVLST adalah 3 tahun lalu. Kala itu saya duduk di bangku SMP. Masih teringat setiap perjalanan dari rumah menuju sekolah selalu ditemani dengan GAS! yang berkumandang di speaker mobil Bapak. Lama kelamaan saya mulai mendengarkan lagu yang lain, ya walaupun terdengar antimainstream dan asing pada awalnya. Entah mau dibawa kemana genre yang dibawakan band ini, dibilang rock juga gak keras-keras banget namun tiap liriknya ditulis kritis. Dan akhirnya mereka menciptakan genre nya sendiri yaitu Almost Rock Barely Art, memang band yang suka mutusi dewe. Sejak saat itu, panggung demi panggung FSTVLST selalu saya upayakan untuk dikunjungi dan menemani di setiap akhir pekan.
Merefleksikan lirik dalam lagu GAS!
Bait 1
Mengingat bagaimana ini bermula
sudah sejauh ini jalannya
Membawa kita kembali pada titik awal di mana semua ini bermula hingga kita sampai pada titik sekarang. mengingatkan kita pada motivasi dan usaha apa saja yang telah kita lakukan sampai sejauh ini.
Sudah berangkat semenjak pagi merah tertelan bulat di cakrawala senja
Menggambarkan tentang semangat kerja keras sampai titik darah penghabisan demi terwujudnya keberhasilan
Bergegas terburu dan tergesa menjadi hafalan di luar kepala
Repetisi yang terus berulang menjadi makanan sehari - hari
Rapal lirih larik doa hirup dan hembuskan cita -cita
Manusia hidup bukan dari roti saja melainkan dari rangkaian cita - cita dan doa
Bait 2
Sebenarnya dalam paham bukanlah ini rencananya
Menceritakan tentang rencana dan pengharapan kita lalu melihat apa yang terjadi sekarang jauh dari itu semua.
Berjalan tak seperti rencana adalah jalan yang sudah biasa dan jalan satu - satunya jalani sebaik kau bisa
Penggalangan lirik ini menjadi motto hidup saya mungkin juga bagi beberapa orang. Aku, kamu, mereka pasti pernah putus asa, gagal dan kecewa. Mari bersama kita jalani sebaik yang kita bisa.
GAS!
No comments:
Post a Comment